MTsN 1 Aceh Timur Gelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

Suasana penuh semangat dan antusias tampak mewarnai pelaksanaan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTsN 1 Aceh Timur pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh seluruh dewan guru sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih humanis, mendalam, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Pelatihan ini menghadirkan Joko Sudarsono, S.Pd., M.Pd. sebagai pemateri utama. Selain dikenal sebagai praktisi pendidikan, beliau juga menjabat sebagai Pengawas Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara.

Joko Sudarsono, S.Pd, M.Pd

Kegiatan berlangsung dengan susunan acara yang tertata rapi dan penuh khidmat. Acara dibuka oleh pembawa acara, Masyitah, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhajir, S.Pd.I, yang menambah suasana religius dan penuh keberkahan.

Pembacaan Al-Qur’an oleh Muhajir, S.Pd.I
MC oleh Masyitah, S.Pd

Selanjutnya, Kepala Madrasah Drs. H. Saifullah MN menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa tugas utama seorang guru adalah mencerdaskan anak bangsa serta membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan akhlak.

“Prioritas kita sebagai guru adalah untuk mencerdaskan anak bangsa jadi Semangatlah dalam mengikuti pelatihan ini agar bertambahnya ilmu untuk dapat kita aplikasikan dalam pembelajaran, dan kita harus menjadi guru yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi,” ujar beliau di hadapan seluruh peserta.

Drs. H. Saifullah MN (Kepala MTsN 1 Aceh Timur sedang menyampaikan kata sambutan)

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan konsep pembelajaran mendalam oleh pemateri. Dalam pemaparannya, Joko Sudarsono menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, empati, dan hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan adanya sesi praktik penyusunan perencanaan pelaksanaan pembelajaran mendalam. Para guru tampak aktif berdiskusi, bertukar ide, serta mencoba merancang pembelajaran yang lebih kreatif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era modern.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam meningkatkan profesionalisme guru di lingkungan MTsN 1 Aceh Timur, sekaligus memperkuat implementasi pendidikan yang berlandaskan kasih sayang, nilai-nilai karakter, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Dewan Guru MTsN 1 Aceh Timur dan Pemateri Kurikulum Berbasis Cinta

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Asnawi, S.Pd.I, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi kegiatan. Pelatihan tersebut tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi guru, tetapi juga menjadi momentum mempererat semangat kolaborasi demi kemajuan pendidikan di MTsN 1 Aceh Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *