Part VII – Healing dari Langit
Hujan kembali menguat ketika kami masih berada di tengah-tengah banjir. Dari dalam mobil, rumah-rumah warga, kendaraan, dan harta benda di
Baca SelengkapnyaHujan kembali menguat ketika kami masih berada di tengah-tengah banjir. Dari dalam mobil, rumah-rumah warga, kendaraan, dan harta benda di
Baca SelengkapnyaMenjelang sore, Bang Munawir kembali mendapatkan kabar tentang jalan alternatif. Beberapa mobil penumpang disebut-sebut berhasil melewati banjir. Kabar itu menjadi
Baca SelengkapnyaSemalam, aku merasa kalah sebagai seorang ayah. Bukan karena Oemar tidak mendengarkan perintahku. Bukan pula karena rumah kami berantakan oleh
Baca SelengkapnyaMalam itu aku tak lagi bisa tidur. Ada terlalu banyak hal yang berputar di kepala. Rumah, pekerjaan, izin kepada atasan,
Baca SelengkapnyaSemula, kami memperkirakan perjalanan pulang akan berlangsung seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya. Ada kendaraan yang harus ditunggu, jalan yang akan dilalui, dan
Baca SelengkapnyaSenin, 24 November 2025. Hujan masih turun di Banda Aceh. Sejak pagi langit seperti belum menemukan alasan untuk berhenti. Tidak
Baca SelengkapnyaPintu kantor utama terbuka. Dari arah pintu terdengar suara lembut seorang siswi. “Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikumussalam,” jawabku sambil menoleh ke arahnya. “Cari
Baca SelengkapnyaNamun, istriku justru meminta untuk ikut menemaninya. “Pergi saja. Temani Bang Zefiar.” Begitu kata istriku ketika aku masih ragu untuk
Baca SelengkapnyaGTK Presa Hari itu hujan rintik-rintik tak kunjung berhenti. Rencana kami yang semula akan berangkat pada hari Selasa menuju Gunung
Baca SelengkapnyaHujan yang Kembali Mengingatkan Bulan-bulan penghujan selalu memiliki cara sendiri untuk mengubah suasana. Langit yang biasanya terang mulai lebih sering
Baca Selengkapnya