Cetak Generasi Peduli Kesehatan, MTsN 1 Aceh Timur Gelar Pelatihan Kader Kesehatan Remaja
MTsN 1 Aceh Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi sehat melalui kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan Remaja (KKR) yang dilaksanakan pada Selasa hingga Rabu, 5–6 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi terpilih yang menjadi kader kesehatan di lingkungan madrasah, yang terdiri dari 50 siswa-siswi MTsN 1 Aceh Timur yang duduk dikelas kelas VII dan VIII. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Madrasah pada pukul 08.00 WIB. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran kader kesehatan remaja sebagai ujung tombak dalam menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman. Usai pembukaan, materi pertama disampaikan oleh Nurdin, S.Pd.I dengan topik “Budaya Positif dan Tata Tertib Madrasah”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya disiplin, etika, serta pembiasaan perilaku positif sebagai fondasi hidup sehat.
Selanjutnya, pihak Puskesmas memberikan materi “Kesehatan Diri dan Reproduksi Remaja” yang disampaikan secara komunikatif dan edukatif. Materi ini menjadi salah satu sesi penting karena membekali siswa dengan pemahaman yang benar tentang perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, sekaligus cara menjaga kesehatan diri secara bertanggung jawab.

Setelah pengarahan teknis oleh panitia dan waktu istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi “NAPZA dan Rokok” oleh Kapolsek. Dalam penyampaiannya, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, zat adiktif, serta dampak buruk rokok terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. Sesi ini berlangsung interaktif dengan berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja.

Materi berikutnya kembali diisi oleh pihak Puskesmas, meliputi “Kesehatan Gigi dan Mulut”, “Pengetahuan Gizi”, serta “Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK)”. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diberikan penjelasan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara menjaga kebersihan gigi, memilih makanan bergizi, hingga langkah awal penanganan saat terjadi kecelakaan ringan.


Memasuki hari kedua, kegiatan dimulai dengan materi “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)” yang disampaikan oleh Mainiar, S.Pd. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk membiasakan pola hidup sehat mulai dari hal sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga pola makan yang baik.
Selanjutnya, Zahara Elvina, S.Pd membawakan materi “Kesehatan Jiwa/Psikolog Remaja”. Materi ini memberikan wawasan penting tentang kesehatan mental, cara mengelola emosi, serta pentingnya saling mendukung antar teman sebaya agar tercipta lingkungan yang positif dan nyaman.
Materi berikutnya dari Puskesmas membahas “Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular”, yang memberikan pemahaman tentang berbagai jenis penyakit, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh siswa di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Setelah sesi istirahat dan pengarahan panitia, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Manajemen UKM” oleh Mutia Rachmi, S.Pd selaku koordinator Unit Kesehatan Madrasah. Dalam sesi ini, peserta diberikan gambaran tentang peran dan fungsi UKM serta bagaimana mengelola kegiatan kesehatan di madrasah secara efektif.

Suasana semakin semarak saat sesi “Senam Sehat” bersama Syarifah Chairani, S.Pd.I. Para peserta tampak antusias pada sesi ini. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi “Muhasabah” yang dipandu oleh Ridwan, S.Pd.I, memberikan ruang refleksi bagi peserta untuk merenungkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari rasa syukur.


Secara keseluruhan, pelatihan ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi, menunjukkan semangat untuk belajar dan berkontribusi sebagai kader kesehatan di madrasah.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Aceh Timur berharap para kader yang telah dilatih mampu menjadi agen perubahan, menyebarkan informasi kesehatan, serta menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


